Untuk hari esok…

Sudah saatnya pintu dunia mimpi tertutup. Namun, entahlah, pelopak mata terasa berat untuk dibuka. Inilah akibatnya Q abaikan kebutuhan fisikQ kemarin. Telah 4 hari berurut-urut badanQ terkena air dari awan atas kehendak-Nya. Langsung aja bilang kehujanan terus-menerus. Kemarin pun Q harus kesana-kesini melaksanakan kewajibanQ baik sebagai seorang anak, mahasiswa, maupun anggota organisasi.

Hufh…inginnya badan berjiwa ini tetap di bawah selimut tergeletak pada kasur tersayang.

Janganlah…masih banyak yang harus Q lakukan untuk hari ini…

Begitulah suara dari hati terdengar.

Baiklah….Q buka mataQ…Q dorong punggungQ…Q angkat kakiQ…Q bangkitkan badanQ…

Astaghfirullah….sekarang udah jam 5.42…

Duh…Q bangun kesiangan….

Segera Q ambil air wudhu untuk sholat shubuh…

Setelah itupun, dengan badan yang masih pegel-pegel akibat tadi malam harus mengerjakan tugas hingga jam 2.20, Q siapin apa yang harus Q bawa untuk nanti di kampus…

Mentari terlihat senyum tersapu-sapu di ufuk timur, embun-embun pagi cerah ibarat keceriaan menanti di saat yang menanti…