Q, dia, n mereka…

Bulan Maret 2010, bulan penuh tantangan bagi Q.

Cobaan pun mengalir di setiap detiknya. Pada urusan kuliah, KKA, KMT, BEM, SKI, asasi, FSLDIK, tak lupa bagian rumah/keluarga dan hal pribadi pun termasuk. Semua Q lewati dengan senang ria. Walau lelah, cape’, pegel, Q tetap menjalaninya tanpa keluhan.

Diawalinya dengan amanah di KMT yg cukup diharapkan dipertanggungjawabkan. Walau sebenarnya malu dan ragu apakah semua bisa Q jalani seperti apa yang sudah direncanakan pada syuro DF (Dewan Formator). Q akhirnya bisa menjalaninya dengan motivasi yang diberikan oleh semua teman DF, yaitu mbPeni, Yuana, Eva, Tanti, Aep, Febi, mzAji, dan mzWahyu. Mmmm…mm…rasanya senang bisa dekat dengan mereka. Di sinilah Q mendapatkan bara semangat untuk aktif berorganisasi. Bisa saling mendengarkan, menasihati, memberi informasi, memecahkan masalah bareng, dsb.

Semangat Q untuk aktif berorganisasi kadang tercela dengan hal lain, seperti tugas kuliah. Memang seharusnya urusan akademik diutamakan, itulah menurut Q. Di awal semester genap memang menegangkan, apalagi nilai IP Q pada semester ganjil kemaren ‘anjlok’. Ingat! Bukan ‘turun’ melainkan ‘anjlok’. Dapat dikatakan IP turun jauh. Bayangkan…IP nya turun lebih dari 0,5…!! Tuh coba… Orang tua Q pun bermain bibir begitu mereka mengetahuinya. Orang tua Q sudah tahu kalau Q aktif di beberapa organisasi, baik di dalam maupun di luar kampus. Awalnya sih mereka mengijinkan bahkan mendukung keaktifan Q tersebut untuk kebutuhan sosial Q. Lama kelamaan mereka memandang Q seperti terlalu memperhatikan aktivitas di organisasi daripada kuliah, walaupun nyatanya tidak seperti itu. Orang tua melihat Q selalu rajin mengerjakan tugas di rumah…yupz, dominasi tugas organisasi, bukan tugas kuliah. Omelan pun dikeluarkan, organisasi disalahkan, berbagai macam pidato dikumandangkan, sembarang tindakan Q pun dipermasalahkan. Huufh…

Hanya kesabaran yang bisa Q lakukan. Begitu reda, Q pun menjelaskannya. Semester itu memang kebanyakan tugas berkelompok yang biasanya dikerjakan di kampus atau di tempat teman. Memang,,,memang Q selama aktif pulang di petang hari, biasanya setelah maghrib atau setelah isya’. Tetapi semua itu bukan hanya karena agenda organisasi, tetapi karena mengerjakan tugas kuliah juga. Orang tua memang berkata “…iyya…kami percaya…” tapi kenapa masih mempermasalahkannya jika mereka percaya…

Entahlah…rasanya pahit sekali tabah di hati…tapi OK lah..perdebatan..eh bukan..maksudnya berbeda pendapat atas nilai IP tersebut diakhiri dengan perjanjian…Q akan tetap di salah satu organisasinya saja yang telah terpilih tetapi mengurangi keaktifanQ hingga nilai IP kembali pulih. Dengan berat, terpaksa Q tidak aktif pada beberapa organisasi.

Begitu finish hal tersebut, masalah baru cepat keluar bagaikan goncangan gempa yang tak terduga. Orang tua Q kembali mengeluarkan omelan2nya dengan topik baru, yaitu kesehatan Q. Memang sudah wajarnya orang tua memperhatikan kesehatan anaknya, apalagi pada anak terakhirnya, perempuan lagi. Walau demikian, bukan berarti mengatur kehidupan anaknya kan. Apa yang Q dapatkan, tidak seperti yang Q harapkan. Dari akhir 2009, kesehatan Q ibarat lonceng tergoncang angin topan, sampai masuk IRD Rumah Sakit. Di sana terdapat berbagai rujukan untuk melakukan periksa dan konsultasi, yang kemudian hanya terabaikan sampai masalah baru ini muncul. OK lah…ini demi kepentingan diriQ sendiri. Q berjanji kepada orang tuaQ untuk berusaha tidak menganiaya diri sendiri dengan aktivitasQ, baik kuliah maupun organisasi. Pembuatan prioritas untuk memanajemen waktu pun Qlakukan dengan persetujuan orang tuaQ.

Bulan April 2010 ialah bulan tengah semester. Mulainya perdebatan, mulainya pengungkapan

Pada saat inilah Q berusaha membuktikan apa yang diperjanjikan pada sebelumnya kepada orang tua. Dengan UTS (ujian tengah semester) di awal bulan ini Q berusaha semampuQ untuk mendapatkan apa yang Qharapkan. UTS bermacam-macam, ada yang berupa ujian tertulis, tugas besar, tugas kelompok, dll. Namun, di tengah semester itu, Q tidak bisa meninggalkan amanah di organisasi KMT begitu saja. Kan UTS tidak diperjadwalkan. Tergantung pada dosennya. Jujur saja…sebenarnya Q lebih senang melakukan keaktifan di KMT daripada dalam urusan akademik,,, karena sudah terlanjur Q merasakan kenyamanan dalam KMT, bahkan terasa lebih nyaman daripada di rumah yang tidak pasti ada orang di sana begitu Q pulang. Ingat slalu saja kalo Q harus mendapatkan targetQ. Q harus bisa membuat orang tua semakin percaya padaQ.

Q pun bertanya mengenai pengalaman2 yang dialami oleh kakak2 di kampus. Q tanya kepada mzAulia, mbUpik, mzPebri, mbAjeng,  mbSheilla, mzWahyu, mzFauzi, dsb…bagaimana sih memanajemen waktu dg baik..

Hmhm…hm…semua mengalir dengan cepat. Diri optimis dengan kemungkinan yang besar tercapainya target. Namun, apa yang terjadi??! Nilai UTS malah membuat orang tua mengeluarkan omelannya lagi. Q berpikir, “apa yang kurang?”. Setiap hari sudah dipenuhi dengan usaha dan doa. Ibadah pun tak tertinggalkan.

Entahlah..Rasa sedih di hati tak tertahan lagi. Air mata tak mau dikeluarkan. Sedih…dan perlu keteguhan yang kuat untuk menahannya. Rasa di hati pun semakin pedih ketika orang tuaQ menyuruh keluar dari semua keaktifanQ dalam segala organisasi, terutama KMT. Q diperintahkan mundur dari amanah organisasi, bahkan diusulkan keluar…

Q nggak mau…nggak mau meninggalkan di mana Q bahagia, di mana mendapatkan sahabat yang tak tertandingi kesetiaannya, di mana mendapatkan kakak2 maupun adik2 terpercaya, di mana bisa ikut berjuang bersama dalam kehidupan…

HatiQ sakit ibarat terasa ditusuk-tusuk dengan ratusan paku…

Begitu tak tahan…perdebatan pun terjadi antara Q dengan orang tuaQ…astaghfirullah…

Q mengerti bagaimana seharusnya menjadi anak yang sholehah…

“baiklah”…kata itulah yang dikeluarkan setelah berhari-hari terjadi goncangan itu,,,

Dengan berat hati…dengan penuh rasa pedih…dengan kesedihan yang bisa mengakibatkan basahnya muka atas air mata yang mengalir…baiklah..

T_T

Sholat istikharah..sholat tahajud..sholat wajib pun terpenuhi doa akan kemudahan untuk cobaan ini.

Sejak awal bulan April inilah Q sms-an dengan mbSheilla (MS) terus mengenai hal ini. MS, Majelis Syura…dan mbSheilla lah yang Qpikir bisa membantunya untuk mengatasi masalah pedih ini…

Banyak nasihat yang didapatkan…saat kondisi seperti ini lah Qmemerlukan sahabat (bener2 sahabat) di sampingnya…

Hanya melalui dunia maya Qberkomunikasi dengan mbSheilla. Betapa inginnya Qbertemu dan menceritakan semuanya, karena hanya kata ‘seandainya…seumpanya…dsb’ yang Qpakai untuk mendapatkan nasihat dari mbSheilla..

Tanggal 10 April, Sabtu di sore hari, saatnya syuro MO KMT di mustek. Selama ini belum ada yang mengetahui permasalahanQ. Mb Sheilla hanya menjawab apa yang Qtanyakan.

Memang Qanggap MO-ers sahabat2Q, tapi masih berat jika Q curhat pada mereka, satu orang pun rasanya sulit. Tapi, hari ini senangnya Q bercanda ria saat syuro dengan MO-ers. Meskipun tidak lebih dari 15 orang, betapa asyiknya syuro untuk membicarakan proker dan persiapan untuk PMB depan. Hanya rasa bimbang yang tidak mau menghilang di hati, atas amanah dari orang tua.

Senin, tanggal 12 April, Q masih semangat berjuang dengan MO-ers. Teman-teman KMT pun bagaikan saudara Q sendiri di mana Q bisa saling berbagi curahan hati.

Senin sore ini, begitu Q di Mustek, rasanya ingin main terus dengan KMT-ers walau kadang ada sedikit kecohan. Satu orang sedih, semua merasahan kesedihannya. Satu orang senang dan bahagia, semua bisa menikmati dan bersyukur atas kesenangannya itu. Itulah ukhuwah.

Tampak keceriaan di ekspresinya menyembunyikan kesedihan di hatiQ. Hanya itu yang bisa Qlakukan.

Kadang Q mendapatkan kepahitan di hati untuk ketabahan, terutama saat teringat bagaimana jika Q jarang bermain dengan mereka lagi. Rasa resah selalu memenuhi seluruh pikiran di setiap meninggalkan kampus menuju rumah.

Tanggal 14 April, rabu sore, pertemuan dengan mb’Sheilla. Di depan mustek, Q ceritakan semuanya kepada mbSheilla. Dari awal hingga kepedihan hatiQ sekarang. Q nggak bisa menangis. Q hanya bisa sedih saja. Betapa sedihnya, air mata tak bisa dikeluarkan. Hanya berdua, pengungkapanQ dilakukan.

Agak aneh sih. Setiap ada orang yang melewat, suara dipelankan. Curahan hati ini dianggap rahasia dan baru mbSheilla yang mengetahuinya. Q belum berani mengatakannya kepada pihak KMT. Q menganggap mbSheilla sebagai MS yang akan menemaninya saat waktu pengungkapan tepat di dapan KMT-ers.

CurahanQ selesai, berbagai nasihat yang lembut keluar darinya. mbSheilla menyarankan agar Qmengungkapkan pengunduran diri dari PH KMT kepada mzWahyu. JantungQ berdebar, berkali-kali Q bilang “..jangan..jangan dulu mbak…aku belum berani..jangan..jangan bilang dulu padanya..”.

MbSheilla pun dengan senyuman manisnya bilang “..OK..untuk sementara kamu istikharah dulu dan tenangkan diri untuk menyiapkannya saat bilang kepada mzWahyu..”.

Sekali lagi A bilang “..jangan..” hingga mbSheilla jengkel.

MbSheilla sudah kenal baik bagaimana karakterQ. Dia pun bisa memakluminya jika Q suka ngeyel.

Dia menasihati, “…apapun yang terjadi, pokoknya kamu harus bilang kepada mzWahyu karena mzWahyu lah mas’ul KMT, yang tanggung jawab semua di KMT, yang memiliki wewenang akan hal internal maupun eksternal KMT….”

Q tetap belum berani jika mzWahyu mengetahui masalahnya. Haagh….

Akhirnya mbSheilla menawarkan “..ya udah..gimana jika bilang ke p’Pram dulu?..beliau kan ketua MS nya..Nti biar kamu dibantu mengungkapkannya, dan biar p’Pram yang akan menenangkan mzWahyu jika dia marah..gimana?”

Q pun berpikir. Pak Pram, mas’ul KMT angkatan X2…dikenal dengan keramahannya dan kelembutannya..apalagi beliau lebih berpengalaman daripada mzWahyu sebagai mas’ul KMT..

“OK lah..”, demikian kataQ.

MbSheilla pun mulai mengetik kata demi kata di HPnya untuk membuat SMS untuk p’Pram yang berisi perjanjian pertemuan denganQ untuk menceritakan masalah ini. Waah…ternyata Q harus sabar sekarang..waktu p’Pram dipenuhi dengan agendanya..tapi akhirnya berbuah kesepakatan juga walau harinya jauh dari hari ini.

Tanggal 15 April, kamis di sore hari, saatnya syuro PH KMT, rasanya sedih bangedz jika terpikir ini syuro terakhir bagi Q.

Selama syuro hari ini, sifatQ berbeda dengan syuro sebelumnya. Jika tidak diajak berbicara, Q diam saja. Jika ditanyain, Q menjawab secukupnya aja. Nggak lebih dari itu, temannya pun merasakan ada sesuatu yang disembunyikan oleh Q, terutama teman2 PH akhwat.

“..Sakit??”

“Nggak koq..cuma kelelahan”, dengan senyum Q menjawabnya

Yupz…kelelahan untuk sabar menerima semua ini, begitu kata Q dalam hati.

Tanggal 16 April, kembali Q syuro MO KMT, di mustek jm15.20.

Seperti biasanya,, canda ria, cerita-cerita, informasi, yang mencela agenda utama. Walaupun demikian, target syuro pun tetap tercapai dengan kesepakatan bersama. Sekali lagi, sedih muncul di hati.

Hari per hari keresahanQ semakin bertambah. Keceriaan hanya di muka saja, tapi jika dilihat kondisi hati, hmhm..hm…penuh dengan rasa bimbang dan bingung.

Rabu, tanggal 21 April, Q semakin tidak bisa menahan kebingunganQ.

Maka Q ceritakan saja masalah keluarga-aktivitasQ kepada mbUpik (BKK KMT X3) melalui HP kecilQ. Satu SMS yang penuh dengan keluhan terkirim. Kurang dari 5 menit, Q pun mendapatkan jawaban..

21-apr-10, 18:57 085743604691

“hmm,kl gt intix msh blh ikt asl g ganggu kul. Gn aja lif, utk smentr km ikt keg kmt yg bnr2 urgent aja,trz kl ada acr tbrakn ma kul atw ngerjain tgs, prioritasin dl akademik. Ntr utk tgs yg km embn d kmt minta tlg tmen bwt bntuin agr km g kteteran, tp ttp sesuai target. Trz smstr ini km  bktikn bhw ip-mu bs naik,jd utk kpengurusan stngah thn brktx ortumu bs lbh meridhoi. Gimana? Kl utk ursn akdmk why kyke ok2 aja koq coz dy kn g pgn jundix jelek akdmikx.”

Q rasa mbUpik benar. Alhamdulillah sudah reda rasa kebingungan yang mendidih tadi. Maka, Qbuat perjanjian untuk diriQ sendiri mengenai prioritas waktu. Waktu lah salah satu kunci dari masalahQ. Q juga membuat sebuah planning yang kemungkinan bisa memanajemen waktu sekalian perkiraan atas kelelahanQ.

22 April, konsultasi bu Cempaka (dokter konsultasiQ)

Hari Kamis. Saatnya Qmasuk kuliah jam 7.00 sampai jam 9.00 pagi. Memang ada kuliah lagi pada jam 11.00 hingga jam 13.00 siang, namun untuk memanfaatkan waktu luang, Q ke Rumah Sakit Sardjito untuk mendaftar konsultasi ke dokter. Masssyaaa ALLAH….sungguh puuuwaaaaanjaaaang antrinya. Ya iya lah, Q memakai pelayanan askes (asuransi kesehatan). Daripada ngantuk-ngantuk menunggu panggilan yang ke ratusan, ya udah, Q kembali ke kampus saja.

Jam 11 masuk kuliah tentang Teori Arsitektur. Dosennya santai mengajari materi-materinya, walau sebagian besar mahasiswa di kelasnya pada boring, bahkan ada yang tidur di kelas. Q juga mengantuk sih, tapi belum sampai tidur. Namun, hampir jam 12, Q rasanya tidak tahan lagi menahan kelopak matanya yang sungguh berat sekali. Terpaksa, Q keluar kelas dulu. Di pandangan dosen, Q seperti mau ke kamar mandi. Hehe…sebenarnya Q keluar dengan membawa dompet. Eh…eh..jangan berprasangka dulu, Q bukan mau ke kantin, tetapi berniat untuk kembali ke RS Sardjito. “..mungkin aku udah dipanggil..” begitu pikirnya.

Dengan motor yang berkeranjang itu, Q ke rumah sakit yang sebenarnya jaraknya tidak jauh dari kampus teknik. Q masuk begian pendaftaran, dan sudah sepi di ruang tersebut. Setelah tanya, ternyata benar, Q sudah dipanggil tadi. Waaaah..langsung aja Q disuruh ke bagian politeknik, di mana Q akan konsultasi ke dokter khususnya. Di bagian ini tidak begitu panjang antrinya, hanya saja harus menunggu dokternya yang lagi sibuk mengurusi anak didiknya yang kuliah di fakultas kedokteran UGM. Tidak apa2, namanya juga kepala dokter politeknik sekaligus dosen.

Hanya sekitar 15an menit Q menunggu. Akhirnya bisa konsultasi ke dokter, dan saatnya Q jujur bahwa selama bulan ini Q mengalami pingsan lagi. “Yaah…tentu..!!” omelan  dokter, bu Cempaka. Beliau menyalahkan atas aktivitasQ yang membuat Q kelelahan dan banyak menekan konsentrasiQ sehingga nggak hanya fisik saja yang lelah, tetapi dalam pikiran juga. Bu cempaka bilang bahwa Q tidak mudah sembuh jika Q tidak menaati apa yang disarankan. Emang apa sarannya? Mesti salah satunya harus rutin minum obat yang bermacam-macam jenisnya itu, jangan sampai bolong. Tuuh…bener…

Taktaulah vitamin apa saja yang harus diminum. Selain banyak, tuh aja bisa menghabiskan uang di dompetQ…haaghh..tidaaaak….

Terus, Q tidak boleh tertekan pikirannya, yang paling utama disebabkan kelelahan fisik. Q pun tidak boleh banyak di depan layar elektronik yang dapat memicu pada sakitnya. Jika nggak, ya Q bakal sakit lagi deh.

Selain itu, Q juga harus tetap menjaga tubuh biar tetap fit. Masuk angin maupun flu aja disaran jangan sampai. Astaghfirullah…begitu banyak larangannya. Q sedikit berdebat sih dengan bu Cempaka. Rasanya berat melakukannya.

“..memang sulit melakukannya, tapi cobalah mulai sekarang..nti bakal terbiasa juga..Ini semua kan demi kehidupanmu juga..” demikian pendapat bu Cempaka.

“…apa??kehidupanQ juga??!!”kagetQ.

Baiklah..seberat berton-ton baja Qterima. Memang sehat itu mahal.

Jumat, tanggal 23 April, PMB dari KMT, di GSP jm7.00-16.00,

Entahlah, walaupun hati penuh rasa resah, hanya ekspresi “selalu ceria” yang bisa Qlakukan agar teman2 tidak merasakan rasa kepedihanQ.. Pada agenda ini, buwaanyyaaak bangedz yang ikut, ya angkatan 2009, 2008, 2007, bahkan 2006 maupun 2005. Rasanya nggak baik jika ada kesedihan di tengah-tengah acara yang meriah ini. Di sana Q cuma sebentar, pada jm10n klo ga salah, karena ada survey mata kuliah “Perancangan Bangunan Tropis” ama teman2 jurusan.

Sabtu, tanggal 24 April, training media, KPFT ruang2.3,

Qpikir ini agenda terakhirQ yang Qpertanggungjawabkan. Hari ini Ridwan (kabid MO) tidak bisa hadir karena adanya amanah yang lebih penting di luar kota. OK saja bagiku, tidak masalah. Namun, agenda inilah yang menjadi target di mana Q turun di MO KMT X3.

Acaranya cukup lama, yaitu dari pagi hingga sore hari. Memang sedikit menyimpang dari jadwal yang sudah ditentukan, tetapi kedatangan kendala tak bisa diduga. Alhamdulillah, dengan semua anak MO acara ini dapat selesai dengan lancer. Hanya sedikit kerepotan dan kegelisahan di tengah acara saat adanya masalah uang. Nggak salah lagi, memang agenda ini terbatas dananya.. ^^

Trainer yang mengisi ialah pak Iim (kabid MO KMT X) dan mbak Lilo (mbak mentor saat SMA lho). Mereka pihak dari FLP (Forum Lingkar Pena) di Yogyakarta. Di akhir acara juga ada mas Eka (staff MO KMT X, mahasiswa teknik Elektro’06) yang mengisi training lay out media. Semuanya asyik. Nggak bakal ada peserta training yang kebosanan. Semua trainer didapatkan dengan usaha yang cukup keras. Perlu tanya sini sana situ untuk mencari info. Awalnya Q minta info pada kakak2 MO KMT angkatan atas, seperti mbak Hanif (staff MO KMT X) yang mengusulkan pak Iim sebagai trainernya. Ya Q manut aja dan mengusulkan ke semua anak MO. Setelah berbagai komunikasi antarMO-er maupun antara MO-ers dengan trainer yang menghabiskan waktu singkat, akhirnya jadilah agenda yang dipaksakan BKK KMT X3 ini. Bukan dipaksakan sih, tetapi program kerja MO yang disarankan dengan sedikit desakan oleh BKK.

25 April, rihlah all KMT, minggu-minggu di Sundak, Q nggak ikut, ortu nggak ngijinkn

Agenda rihlah ini diikuti oleh KMT-ers angkatan 2009, 2008, maupun 2007. Sebenarnya Q ingin sekali ikut. Q ingin merasakan lagi senangnya rihlah KMT seperti pada tanggal 14 Februari 2010 kemarin. Dulu memang hanya khusus KMT-ers angkatan 2008 dan sebagian 2007. Jika kali ini diikuti semua angkatan, pasti lebih menyenangkan. Gitulah yang Qbayangkan. Sayangnya Q nggak bisa ikut. Q lelah sekali sepulang acara training MO. Yah, sekitar jam 6 sore lah Q sampai di rumah. Q bisa sih memulihkan fitQ untuk esok hari, tetapi orang tuaQ dengan keras tidak mengijinkan. Q nggak bisa apa2. Ya udah lah, Q tunggu saja cerita dari mereka yang ikut ke Sundak.

Rabu, 28 April, syuro evaluasi MO, di mustek jam16.00

Sudah disepakati adanya syuro MO pada hari Rabu ini di sore hari. Niatnya Q ingin membuka keresahanQ atas masalah amanah di MO. Namun, Qlihat anak-anak MO senangnya menikmati syuro yang pastinya tidak lepas dari canda ria. Rasanya bahagia Qliat semangat mereka yang membara untuk berjuang di MO, terutama anggota baru. Qtunda akhirnya rasa resah yang akan Qungkapkan. Q sudah anggap mereka sebagai saudaraQ sendiri. Itulah yang membuat Q selalu ingin terbuka. Q menyayangi mereka.

29 april, kamis Q ungkapkan pd mbGaluh, mbSheilla, mbHanif, p’Pram, mbWano. Walau lokasinya beda tapi pada hari ini Q ceritakan pada kakak-kakakQ.

Dengan mbGaluh, di mustek

Dengan mbHanif, di KPTU

Dengan mbWano, di taman kantin teknik depan mustek

Dengan mbSheilla&p’Pram, via SMS

Jumat, 30 April, berusaha terus utk berpikir gimana caranya ngungkapin semua itu kpada mzWahyu..makanya mbSheilla n p’Pram terus Qhubungi…

Sabtu, 1 Mei 2010, syuro PH di pemancingan Moro Kangen,

Awalnya Q ragu-ragu datang apa nggak ya…Tempatnya nanggung…Moro Kangen tuh di Babarsari. Jika Q ke kampus dulu untuk kumpul n berangkat bareng ke sananya, ya boros bensin lah. Ya udah, Q nyusul aja dari Kotagedhe. Rasanya repot sih karena Q belum tahu jalan menuju tempat syuro itu. Kata mz Wahyu sih deket dengan lokasi Up Grading dulu. Tapi Q lupa itu di mana ya…^^

Terus aja mencari lokasi di babarsari. Ya tanya orang ini, orang itu, mz Wahyu. Ya pokoknya Q jangan sampai ketinggalan. Janjinya di pagi haru, tetapi ini udah menjelang siang, hampir jam10an belum ketemu juga lokasinya. Huufh…rasanya pengin balik ke rumah aja karena Q belum sarapan, hawanya puwaanaass kayaknya mulai dehidrasi nie…

Berhenti sejenak di pinggir jalan. Berpikir, berpikir, dan berpikir.

“thing..thiiiiiiiiing…thiiing…” HP berbunyi. Oh ternyata mzWahyu yang calling. Yah, saatnya pemutusan, pamit aja nggak jadi ke sana. Eh tau2 dapet info ‘cling’.

“…sebagian ikhwan juga ada yang nyusul, coba aja alifa tunggu di perempatan jalan..” begitulah mz Wahyu.

OK lah. Q menuju perempatan dan nunggu. Kurang dari 10 menit mereka muncul. Terus Q ikut deh…

DUBRAAAAAK…ternyata lokasinya deket dengan tempat Q berhenti tadi…!!!!!ya sekitar 300meter sih..

Aduh..aduuuuuhh….capek deh….

Sebel…sebeeeellll….!!!!

Udahlah..yang penting sekarang udah mpe ke lokasinya..

Di sana Q sambut dengan penuh canda ria…hehe…

Qpenuhi mukaQ dg ekspresi senang seperti yg mereka rasakan….hanya aja rasa ingin menangis di hatiQ…sungguh pedih harus menahan semua ini..dan nggak bisa membayangkan jika Q nggak bakal kumpul2 lagi dengan mereka seperti ini.

Syuro sih tapi tidak seperti syuro..karena isinya crita2, curhat, sambil menikmati hidangan serba ikan yang lumayan istimewaaaa….tapi ya mbayar sendiri….

Duh, dompetQ udah tipis nie….disuruh iuran 10ribu…Qbawa sih tapi itu uang 10ribu terakhir di dompetQ n bensin mau habis gara2 keliling cari lokasi tadi…

Dipaksa deh ama bendaharanya…Jika Q bayar sekarang, Q pulangnya gimana dong?…

“bisa utang nggaaak???…Q kehabisan uang nie…”Q memujuk sang bendahara,

“Eh…ya nggak bisa…masak utang pada penjualnya…!” teguran dia,

“..va…ida…ato siapalah….pinjem 10ribu dong…besok senin Q bayar deh…” Q merayu temen akhwat,

Tapi ya sama aja mereka nggak bawa uang berlebihan.

“Ada apa tho?” mz Wahyu bertanya,

“Naah…pas banget…..Maz Wahyu, e e ada uang 10ribu lagi nggak? Alifa kesulitan mbayarnya nih…klo besok ketemu, langsung alifa bayar deh…apalagi maz Wahyu pernah bilang mau ntraktir temen2…kn alifa belum ditraktir…iya kn maz?? Ini takjamin besok mz Wahyu bakal…..” belum selelsai suaraQ yang memelas itu,

“iya..iya…nich 10 ribu..”langsung dari maz Wahyu,

“Alhamdulillah….makasih maz…matur nuwun…merci…besok kalo ketemu bener-bener takbayar deh…” kataQ dengan penuh rasa gembira. Tapi ya ingat aja kalo Q udah utang 10ribu pada mzWahyu.

“udah…nggak usah dibayar…”kata mzWahyu,

“weeeh…enak banget…”kata heni

“eh..curaaaang..!!”kata eva

“wah benerin nie maz….alhamdulillah…”senangnya Q.

Waktu sholat dhuhur tiba, saatnya agenda ditutup. PH ikhwan sholat di setempat. Bagi yang akhwat, ada yang mau ke mustek aja dan ada pula yang mau langsung balik ke kost. Gimana denganQ? Hmhm…hm…ya udah Q ikut ke mustek dan kemudian ke tempat nenek (seyegan, sleman).

Senin, tgl3 Mei, saatnya ketemu dg p’Pram, seharusnya minggunya tgl2 Mei kemarin itu, tp malah p’Pram ga bisa, Qpenuhi hari kemarin dg sholat istikharah. Yah, sekalian persiapan bercerita secara langsung ke p’Pram.

Sore, Q k mustek dengan mbakSheilla. Rasa resah memenuhi diriQ. Jangan-jangan nti Q bisa meledak nie…gitu pikiranQ.

Tenang, tenang, tenang aja….

OK…sepakat di sayap selatan bertemunya. Saat bertemu, Q nggak berani mengawalinya. Alhamdulillah ada mbak Sheilla. Dan Q dituntun berceritanya. P’Pram mendengarkan dengan teliti. Q jadi takut rasanya. P’Pram kalo marah kayak gimana ya??

Oh ternyata beliau nggak marah..Beliau ternyata mengerti dan paham apa yang Q rasakan…Waah hebat ya….

Beliau ceritakan juga pengalamannya saat masih menjadi anggota baru KMT sampai diamanahkan memegang KMT. Dengan suara yang terasa penuh berwibawa, p’Pram menasihati dengan evaluasi kader KMT yang dulu. Hmhm…Q terinspirasi. Dan akhirnya, p’Pram ternyata mengusulkan berusaha bilang ke orang tua lagi apa keputusanQ yang ingin tetap beramanah di KMT. Jika ternyata hasilnya masih sama, bercerita aja ke mz Wahyu, dengan bantuan p’Pram. Beliau juga tau dan mengenal dengan baik bagaimana karakter mz Wahyu. P’Pram bisa memaklumi jika Q ragu-ragu langsung bilang ke mz Wahyu.

OK deh…Q akan segera bilang ke mzWahyu atas semua permasalahan ini. Tapi nggak sekarang.

“Kenapa??”tanya p’Pram

Ya Qjawab aja kalo keresahanQ masih berstatus ‘WASPADA’ (duh kayak status gunung berapi aja)..memang sudah agak reda tapi Q masih memerlukan ketenangan.

OK deh, besok Selasa.

Selasa, tgl4 Mei

Bukannya tenang eh malah resah terus. Makin resah saat diSMS dan ditanya ama p’Pram “…sudah bilang blom k mz Wahyu??”…Q cuma menjawab kalo Q masih memerlukan ketenangan.

Eh tau-tau p’Pram ngSMS klo beliau akan bertemu dengan mzWahyu dan akan mengatakan semuanya pada hari ini.

Huuwaaaaa…..

“jangan..jangan dulu…besok saatnya syuro PH..nti biar alifa sendiri aja yang bilang..”Q bales SMS p’Pram, tapi nggak ada balesan….

Aduuuuuhhh…rasanya pengin nangis aja.

Rabu, tgl5 Mei, syuro PH (puncak),

Q kuliah 3 MK. Masuk jam7pagi dan selesai jam5sore. Tapi sudah terbiasa, setiap waktu ashar saatnya syuro. Tenang aja karena jam terakhir itu mata kuliah Studio Desain Arsitektur-4, kuliah yang bebas, tidak pasti ada dosen maupun tugas, keluar pun bebas.

Jam11 dimulainya kuliah Perancangan Bangunan Tropis. Dosennya tegas dan lumayan disiplin. Qikuti kuliah ini walau tidak begitu konsentrasi.

“dreeegg…dreeeeg..”getaran HP mengagetkanQ.

Semakin kaget saat Qliat pada layar HP…”mzWahyu calling”…

Astaghfirullah…Q harus gimana? Jangan-jangan kemaren p’Pram udah bilang ke mz Wahyu? Jika bener, mz Wahyu mesti bakal minta banyak penjelasan. Duuh..p’Pram koq gitu sih?

Tapi tunggu…nggak mesti p’Pram udah cerita ke mz Wahyu…katanya kemaren bilangnya, bukan hari ini…bisa aja mz Wahyu telpon karena ada info mendadak ato apalah…

Tapi bisa aja p’Pram nggak kemaren bilangnya…melainkan hari ini…

Apalagi klo ada info mendadak, kenapa mz Wahyu telpon? Kenapa nggak lewat SMS aja hayyooo?

Ya mungkin terlalu darurat kali infonya…

Ya udah…jangan terlalu bingung…POKOKNYA JAWAB CALLINGnya…

Q segera keluar kelas kuliah, dan menerima panggilan telepon itu.

“assalamu’alaikum” salamQ membuka,

“wa’alaikumsalam warrohmatullah”jawab mz Wahyu,

“E…ada apa maz? Maap waktu ini alifa masih kuliah…nie baru ijin keluar kelas karena ada telepon dari mz Wahyu…ada apa??” tanyaQ dengan lugu. Aslinya detak jantungQ cepat dan keeerrrraaasss banget terasa…

“Oh afwan..tapi gapapa kan cuma sebentar…sekitar 10an menit aja..”kata mz Wahyu,

“ya gapapa…ada apa maz?”Qulang pertanyaanQ,

Mz Wahyu mulai berbicara, dan diawali dengan suara yang tegas. “..p’Pram sudah bilang ke ane kalo alifa sedang ada masalah dengan amanahnya…sebenarnya ada apa dengan anti???”

DUBRAAAAK!!!!!!!!

Ternyata….!! Bener p’Pram udah bilang ke mzWahyu…!! Ini bukan waktunya njelaskan…Q bener-bener kaget…kenapa harus hari ini menjelaskan? Q belum menyiapkan apa2….apalagi Q kan masih kuliah…

Duh…duuuuhhhh….Q diam aja tapi suara hati tak berhenti-henti geregetan…

“Emang ada apa??” tanya mz Wahyu,

Astaghfirullah….T_T

Q segera ke kamar mandi agar ekspresi gelisahQ di muka tak dilihat oleh teman2 maupun orang lain.

OK…OK….Tantangan bukan untuk dihindari tetapi untuk dihadapi!!!! Gitulah suara hatiQ…

Q jawab pertanyaan mz Wahyu dengan pertanyaan juga,”kalo boleh tau, p’pram sudah cerita apa aja kepada mz Wahyu?”

“Kenapa Alifa bercerita kepada p’Pram?? Kenapa nggak langsung ke ane? Alifa nggak percaya ama ane sebagai ketua??!!” Teguran mzWahyu,

“Afwan…afwan jiddan….alifa nggak bermaksud seperti itu… Alifa cuma rau-ragu dan takut jika langsung bilang ke mz Wahyu…ya udah Alifa cerita ke MS aja..kan p’Pram Majelis Syuro…apalagi ini berkaitan dengan kaderisasi…Sekali lagi afwan maz…alifa terpaksa harus keluar dari KMT…”

“APA??!!!!”tanyanya dengan kaget,

“eh afwan…bukan keluar dari KMT tetapi alifa mengundurkan diri dari amanah sekbid MO KMT X3 ini…tapi…”penjelasanQ,

“Haagh…kenapa? Kenapa bisa menjadi seperti ini??”mz Wahyu menyela,

Yah, Q jadi bingung…koq mz Wahyu tanya gitu…bukankan tadi beliau bilang kalo beliau sudah diceritakan oleh p’Pram..Qtanya “..loh bukankah sudah diceritakan ama p’pram?”

“Enggak…p’Pram Cuma bilang kalo anti sedang ada masalah dengan amanahnya dan bakal menceritakan serta menjelaskannya ke ane…Udah jelaskan saja apa yang mbuat alifa menjadi seperti ini??”kata beliau,

OK deh…Qjelasin….dari awal hingga sekarang ini….nggak papalah hari ini Q nggak ikut kuliah Perancangan Bangunan Tropis…biarin tasQ masih di kelas…yang penting masalah ini Qceritakan semuanya ke mz Wahyu…walaupun harus dengan rasa resah…rasa bingung…rasa sedih…rasa bersalah…rasa pasrah…nggak taulah…

Cukup lama untuk menjelaskannya…dan sungguh terasa Q telah menyakiti orang yang selama ini mempercayai Q…tak hanya mzWahyu, tetapi kakak2Q juga yang telah Qceritakan tentang permasalahanQ…

Telepon itu ditutup dengan amarah dan kesedihan..

Maap…maap…maap….kata maap tak cukup untuk menyelesaikan masalah ini…

Penjelasan belum selesai sebenarnya, tapi sudah waktunya sholat dhuhur..

Q pun kembali ke kelas dengan menahan air mataQ..

Teman2 sejurusan sekalian seperjuangan di KMT sudah Q ceritakan, yaitu isna dan tati. Mereka ikut prihatin.

Tak terasa sudah waktu sholat ashar..rasa resah pun makin memuncak..

Apa yang harus Qlakukan untuk syuro PH nti?? Apa kata2 teman2 nti setelah mendengarkan keputusanQ? Apakah mereka akan marah? Apakah mereka masih ingin berteman denganQ? Apakah mereka akan benci Q? apakah mereka mau memaafkan Q? apakah Q masih bisa ngobrol2 dengan mereka lagi? Apakah Q bisa bercanda ria dengan mereka seperti biasanya? Apakah adik2 anggota baru MO bisa menerimanya? Apakah Q akan dijadikan kader KMT yang tidak baik? Apakah Q akan dianggap anak tidak tau diri di KMT?

Betapa pedihnya hatiQ, air mata sudah tak mau menetes…

Isna berusaha menenangkanQ..

Saatnya sholat, dan selalu Q berdoa dan mengeluh pada diri-MU ya ALLAH…

Seusai itu, Qlihat teman2 akhwat KMT sedang ngobrol2, bercanda2 untuk menunggu dimulainya syuro..hati makin sakit..Q udah berjanji kepada maz Wahyu tadi bahwa Q sendiri yang akan mengungkapkan dan menjelaskannya kepada semua kader KMT, terutama PH KMT..

Syuro PH seperti biasanya, terasa tidak ada masalah apa2…mz Wahyu pun tidak buka mulut atas masalahQ..

Syuro di mushtek lantai 2 itu diakhiri dengan kritik dan pesan KMT…Aep mengungkapkan permasalahan ukhuwah KMT-ers, itupun terasa sangat sekali berkaitan dengan masalahQ. Q tak ingin mendengarkan ungkapannya. Q mundur dari lokasi dudukQ. Eh malah Tanti menahanQ dan “..mau kemana?” dia tanya dengan suaranya yang lirih. “…nggak kemana-mana, Cuma mau mundur aja..”itulah jawabanQ dengan menarik tasQ. Tanti semakin keras menahanQ bahkan menarik balik tasQ. PH akhwat pun pada memperhatikan Q dan Tanti. Saling menarik, seperti 2 anak kecil yang saling berebut sesuatu. OK..daripada tas sobek dan rusak, Q berdiri dan mundur dari lokasi syuro. Tanti pun mengejarQ dan menahan tanganQ. Dengan keras Q membanting tangan biar Tanti melepaskan tanganQ. Mbak Peni pun ikut menahanQ. Mereka bertanya berkali-kali “kenapa lif?kenapa?ada apa dengan ucapan aep tadi??”. Q hanya bisa mengucapkan kata “gapapa”. Semakin ricuh, akhirnya terdengan pula oleh PH ikhwan.

“ada apa tho di sana?”,tanya mas Wahyu

“..nie..alifa sangat tersinggung dengan ucapan aep tadi..”, mbak Peni menjelaskan

Q nggak tahan lagi amarahQ…mereka semakin keras menahanQ, rasanya mereka menahan orang stress yang sedang puncaknya gelisah.. Q pun semakin tidak terima.. Q banting tangan mereka yang menyentuh badanQ..dan Qjotos kotak kaca yang baru saja dipasang di dinding mushtek area akhwat.. Keras, keras sekali suaranya, sampai semua mushtek sempat sunyi setelah terdengan suara jotosan itu..Semua orang yang di mushtek pun semakin penasaran “ada apa ini?”. Setya lari sambil menangis dari lokasi syuro menuju lantai bawah, tempat wudhu akhwat..Entahlah apa yang membuat setya seperti itu. AmarahQ pun reda perlahan-lahan. Segera Qambil tasQ, Qucapkan “..maap, saya pulang dulu..wassalamu’alaikum”, dan secepatnya Q meninggalkan lokasi syuro itu.

Dengan tangan sakit akibat menjotos kotak kaca tadi, Q memegang stang motorQ. Memang sakit tanganQ, tetapi tak sesakit hatiQ. Qkeluarkan air mata sepanjang perjalanan menuju rumah.

Begitu sampai rumah, Qmasukkan motor ke garasi, dan segeralah Q masuk kamarQ. Ibu merasa penasaran, ada apa denganQ, kenapa langsung masuk kamar dengan muka sedih. Yah, Qceritakan kejadian itu dan nasihat yang panjanglah dari ibu maupun dari bapak untuk menenangkanQ.

Kamis, tgl6 Mei, penuh kesedihan di hatiQ…penyesalan pun selalu ada…

Q kader bodoh…anak tak tau malu…suka menyakiti orang lain…suka mempermainkan orang…kerjanya mengeluh aja…kader yang egois…tidak bertanggungjawab…maunya menang sendiri…sok tau…tak tau rasa terima kasih…mendzolimi teman…ceriwis…gak pengertian…gak punya kedewasaan…sok penting…n masih banyak yang belum Qsebutin…

Mengapa? Mengapa Q seperti ini? Mengapa Q takbisa menahannya? Mengapa?????!!

Seandainya…seandainya…seandainya….aaargghh…hal itu nggak berarti sekarang…

Semuanya sudah terjadi..esok hari, apa yang ingin Q lakukan?? Q pun nggak tau…

Q nggak ingin seperti ini…

Q nggak ingin lepas dari kegiatan KMT…

Q nggak ingin mengundurkan diri dari amanah PH KMT…

Q masih menyayangi mereka…

Hanya mereka lah warna hidupQ selama ini…

Hanya di KMT lah Q belajar kehidupan selama di kampus…

Hanya dengan teman2 KMT lah Q mengenal perjuangan hidup…

Q tak pernah merasakan bahagia berjuang pada sebelumnya…

Q tak pernah punya teman yang setia seperti mereka pada sebelumnya…

Entahlah…apakah semua akan hilang begitu saja??

tgl7,jumat, saatnya pengungkapan

OK..tak baik jika semua Qpedam terus di hatiQ..Qsmsin smua PH tentang pngungkapanQ, pd mbales dg penuh pertanyaan…

tgl7 ditanyain am mzAulia

7-mei-10,06:56

“O ya, ada hal yg lpa, yg sy tnyakan k alifa.. mhn jwb dgn sjujurx y,,sejauh ini dgn MO apa yg membwt alifa plng tdak nyaman dgn MO it sndri, n KMT scra umum? Cma ini yg sy mnta pnjlsanx.”

Qjawab jm8an, mbok mz Aulia jgn suudzon dlu, Q mlakukan ini bkn krna ga nyaman di MO maupun KMT.

7-mei-10,15:49

“Seandainya sy brada dalam kondisi yg sm dgn Alifa..kemungkinan besar juga akan melakukan hal yg sama spt Alifa.. selamat memuliakan org tua, krn memang it yg utama.. apa yg Alifa ucapin, sy hnya menganggapnya sbg hal biasa..yg terpenting jgn pernah mrasakan ktrasingan diri di tngah hiruk pikuk keterbukaan saudara antm.. Jjah.. smoga g lebay.. keep calm ok! Tenang bae!”

Qjawab apa nggak ya…pokoknya dlm diriQ Q berpikir…jika dia bilang hal itu sbg hal biasa, knapa bilang kyk gtu..OK lah…dia benar..Q hanya seekor semut dalam pembangunan gedung besar berlantai banyak..

Qtanya pd mzAulia ttg perhatian ortu yg berlebihn yg sbnrnya nggak Q bgtu Qharapkn

7-mei-10, 20:38

“Hoho”…piis..

Kuncix sdrhana alifa, jagalah kprcyaan ortu dan jdilh tauladan bg kluarga alifa..

Kuncix itu.

Alsan knp ortu alifa spt it,y wajar,,wong perempuan..yg emg dri sjak ia lahir ampe mninggal ‘dijaga’ trus.

Kdua protektif, dmana protektif ini bsa brlbhan, bsa jg ndak. Klw ortu alifa protektfx brlbhn,ya td solusix.

Nah alifa mrasa dp’lakukn spt it pnya hak utk brdskusi dgn bliau. Sy bleh tbak kmunikasi alifa dgn ortu, kbykn isix psti brupa ‘mnta tlg, n ngadu/nglapor’

Ada nggk yg bias ax brsfat spt ‘tman’?”

—Qjawab—nggak, alifa thp ortu sprti tmn

“iya tman?

Jd gni,,prnah g’ alifa ktika ada suatu yg alifa almi bhagiaaa…bgt,trus crita t ama ortu..yg artian,mrka it bhagia ktika alifa seneng.

Dlm shari ada nggk alifa, nggk p’nah ngmong sm ortu, kcuali ngucapin salam?”

—Qjawab—smuanya pernah

Tgl8 Mei, sabtu, ingin ikut kunjungan ke KR bareng HAL, tapi terpaksa acara ini ditunda…Ipunk (Kabid HAL) berkata bahwa dia mengajak Q karena Q masih anak KMT…walaupun Q bukan pengurus KMT, tapi Q masih KMTer karena Q anak muslimah di teknik…Ipunk juga menjelaskan bahwa acara kunjungan media ini bukan untuk pengurus KMT tetapi untuk anak KMT…

Hmhm…Qrasa dia benar…Ipunk memang sahabat yang baik…

Malem minggu ini, para PH (mbPeni, Isna, Eva, Setya, mzWahyu, mzAji, Aep, Achsur, Ridwan, Hestu, bayuK, bayuF, dan sp lagi ya Q lupa) ke rumahQ…hal ini tidak begitu mengagetkan Q karena sudah direncanakan sebelumnya denganQ…Mereka ingin mohon penjelasan lebih dalam dari orang tuaQ, yang teutama sangat berperan dalam keputusanQ…

Rasanya senang sekali jika sahabat-sahabatQ datang ke gubugQ yang kecil ini…tapi sama aja rasa sedih masih bertahan di hatiQ…

Mereka membicarakan masalah ini dengan orang tuaQ hingga malam…tidak sampai pukul 21.00…

Q diam aja…Q nggak bisa bicara lagi…sekarang giliran orang tuaQ yang menjelaskan…

Yah…keputusannya sama aja…Q mundur dari kepengurusan KMT…Q nggak lagi sebagai sekbid MO KMT X3…Q diperbolehkan membantu-bantu teman2 KMT jika Q tidak sedang repot. Q punya hak ikut kegiatan apa aja di KMT asal tidak menyimpang dari waktu akademikQ…itulah yang disepakati…

tgl9 takziyah pd wimas…

Innalillahi wa innailaihi roji’un…

Astaghfirullah…wimas seperti adikQ sendiri di MO KMT selama ini…

Wimas telah mengalami apa yang pernah Qalami dulu…Q tau rasanya pasti sedih sekali…

Q nggak bisa apa2…hanya seuntai nasihat yang bisa Qberikan…

Q bersama-sama teman2 KMT tazkiyah. Kumpul di mustek. Berangkat bersama dengan naik motor menuju Magelang di mana acara pemakaman diadakan.

Sampai di sana, Qlihat mukanya yang sungguh mengingatkanQ masa lalu. Matanya merah dan ‘abuh’..

Apa yang telah Qlakukan?? Q benar-benar kakak yang tidak baik…!!

Kenapa Q membuat kondisi semakin buruk???!!

tgl11 mei, selasa, mzWahyu n mzAji kembali k rumahQ…atau rabu nya ya…Q lupa…pokoknya Q nggak ikut dalam pembicaraan mereka…hanya bapak, mz Wahyu, dan mz Aji saja di teras rumahQ…Q pun nggak tau apa aja yang mereka bicarakan…Q disuruh fokus pada tugas aja…nggak usah menguping…

tgl16 mei, minggu, ada agenda Formasi_8, jam 13.00-15.00, di mushola Pasca sarjana

Agenda ini diadakan untuk staff-staff muslim/muslimah di teknik anak BEM pun ada. Qlihat teman2Q ngobrol seperti biasanya. Terasa masalah pekan lalu udah terlupakan. Tapi bagiQ tidak. Tak bakal Qlupakan.

tugas, tugas, n tugas kuliah dipenuhi rasa pedih

tgl21 Mei, jumat,

Paginya jadi  deh ikut kunjungan ke Kedaulatan Rakyat..Akhwat yang ikut cuma Q dan Ida (sekbid HAL). Ida sangat berterima kasih padaQ karena telah menemaninya untuk agenda ini…

“…jika nggak ada alifa, Q nggak bisa kayak gini ikut kunjungan ke KR…”begitu kata Ida.

Memang masih ada rasa cemas dan takut…tapi entahlah kenapa…jalanin aja…

Qlihat mzWahyu juga ikut. Degdeg..degdeg…detak jantungQ menjadi cepat. Apa gapapa jika Q ikut agenda HAL ini? Ini yang Qpikir…

Di tengah penjelasan dari pihak KR, sempat aja mz Wahyu bertanya padaQ “Apa udah bilang ke bapak ibu kalo alifa ikut ini?” sekalian beliau senyum padaQ…^^

“Tentu udah dong maz..” Qjawab dengan senyum luguQ..

Duh..rasanya senaaang sekali bisa ngobrol lagi dengan mz Wahyu…walaupun cuma satu pertanyaan aja…rasanya musim dingin berubah menjadi musim semi seketika…

Sekitar 11.30 WIB, menjelang jumatan, agenda diakhiri. Bagi yang ikhwan segera ke masjid. Q dan Ida balik lagi ke kampus.

Pada hari ini juga ialah KMT’s miladz, nggak tau apa yg harus Qperbuat, Q hanya ikut2an aja…acaranya di sore hari setelah kajian jumat sore …di mustek lantai bawah. Q ikut makan tumpeng…satu untuk semua… foto2 bareng dg kmeraQ juga…untuk ikhwan Q minta tolong ipunk..

tgl22 Mei, sabtu, muktamar Al Banna, K1, jm07.30

Q datang telat sih…tapi nggak papa…ternyata yang telat nggak hanya Q…

Walaupun udah tidak menjadi pengurus KMT X3, Q tetap ikut SKI Al Banna pada bidang yang sama…yaitu MO (media dan opini)…Q berjanji tak akan melakukannya lagi…

Juni 2010, saatnya UAS

Santai-santai aja…masalah lalu jangan diingat lagi…

Ya Alhamdulillah IP naik…seperti target…

Juli2010, jalanilah seperti biasa, bahkan ikut kpanitiaan ospek, jd pmandu lagi deh…^^

Tau saja..kadang-kadang rasa sedih muncul lagi saat Qliat pesan per pesan di BUPES KMT…saat Qliat KMT-ers mengadakan syuro…saat Qliat seorang KMT-er sibuk dengan HPnya dan mengatakan “…ini acara KMT…”…saat Qliat KMT-ers dengan gayanya memakai jaket KMT..

Oooh..

Sudahlah…yang sudah terjadi biarlah berlalu…perbaiki aja apa kesalahan yang lalu…agar esok hari tak terjadi permasalahan yang sama dengan yang dulu…

One thought on “Q, dia, n mereka…

  1. ceritanya panjjaaaang ya.
    Aku bersyukur diskenariokan oleh Alloh bertemu dengan Alifa.
    Terimakasih telah menjadi salah satu aktris dari kisah hidupku. Banyak nasihat (langsung maupun tidak) yang kau beri padaku.

    Yesterday is history
    Tomorrow is mistery
    Today is present

    present berarti hadiah.
    Manfaatkan hadiah sebaik mungkin, agar tomorrow tidak jd mistery

    Maaf jika “partner”mu ini banyak salah dalam banyak hal

Komentar ditutup.